Vasektomi merupakan salah satu pilihan metode kontrasepsi yang paling handal. Prosedurnya aman, dilakukan secara rawat jalan. Namun harus diakui, vasektomi merupakan keputusan besar yang mesti dipikirkan secara matang. Sebab ada plus minus vasektomi yang perlu Mums dan Dads ketahui.
Dalam metode vasektomi ini, dokter akan memotong dan menutup vas deferens yaitu saluran yang membawa sperma dari testis ke penis. Langkah ini bertujuan mencegah sperma bercampur dengan air mani saat ejakulasi. Tana sperma yang keluar dari tubuh, tidak akan ada pembuahan sel telur.
Artikel ini memberikan gambaran singkat tentang prosedur yang diperlukan sebelum melakukan vasektomi, cara melakukan vasektomi, serta komplikasi dan tindak lanjut yang diperlukan setelah vasektomi.
Apa itu Vasektomi?
Mengutip jurnal NCBI (2025), vasektomi adalah prosedur sterilisasi pria definitif yang melibatkan penghentian aliran sperma dari pabriknya yaitu testis hingga ke ujung saluran sperma atau vas deferens.
Prosedur ini umumnya dilakukan di rumah sakit oleh ahli urologi dengan bantuan asisten. Vasektomi adalah prosedur sterilisasi pria dan pencegahan kehamilan yang efektif untuk pria. Namun, memang di Indonesia belum banyak dilakukan.
Dokter yang melakukan prosedur menjelaskan risiko dan manfaat vasektomi. Keputusan ini tidak boleh dibuat dengan mudah atau terburu-buru, mengingat prosedur ini bersifat permanen. Disarankan agar pasien dan pasangannya dilibatkan dalam pengambilan keputusan ini, walaupun pada akhirnya, hanya persetujuan pasien yang menjalani vasektomi yang benar-benar diperlukan.
Meskipun vasektomi dapat dibatalkan, hal ini tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk melakukan vasektomi. Jika seorang pasien mempertimbangkan vasektomi dan tidak yakin bahwa ini adalah solusi permanen yang dapat diterima baginya, maka ia tidak boleh menjalani prosedur tersebut. Alasan paling umum bagi pria untuk meminta pembatalan vasektomi adalah perceraian atau menikah kembali.
Kelebihan Vasektomi
Sama seperti metode kontrasepsi lainnya, vasektomi bertujuan mencegah terjadinya kehamilan. Salah satu keuntungan terbesar dari vasektomi adalah tingkat efektivitasnya yang sangat tinggi.
Setelah sperma tidak lagi menjadi bagian dari air mani, kemungkinan terjadinya kehamilan sangatlah rendah. Menjadikan vasektomi sebagai salah satu metode kontrasepsi paling andal. Berbeda dengan pil, kondom, atau IUD, metode vasektomi ini tidak perlu perawatan berkelanjutan, tidak ada rutinitas harian, resep dokter, atau alarm pengingat.
Selain itu, kelebihan vasektomi berikutnya adalah prosedurnya yang sederhana. Vasektomi bisa dilakukan dalam waktu singkat, kurang dari satu jam dan hanya perlu anestesi lokal. Sebagian besar pria bahkan pulih dengan cepat dari yang diperkirakan.
Sering kali hanya dalam beberapa hari dan dapat kembali beraktivitas dengan normal setelah tindakan vasektomi dilakukan. Dibandingkan dengan sterilisasi pada wanita yang lebih invasive dan berisiko lebih tinggi, vasektomi pada pria jauh lebih ringan.
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, banyak pria dan pasangannya merasakan kebebasan emosional dan fisik setelah menjalani vasektomi ini. Tana kekahawatiran terus menerus soal kontrasepsi. Selain itu hubungan intim bisa lebih santai, menikmati, spontan, dan koneksi emosional maupun fisik dengan pasangan jadi lebih kuat dan bermakna.
Kekurangan Vasektomi
Tidak ada metode kontrasepsi yang sempurna, termasuk vasektomi. Di balik kelebihannya, ada kekurangan yang juga perlu diketahui. Yang pertama, pahami bahwa ini tindakan permanen. Meskipun prosedur reversal atau pembalikan kadan bisa dilakukan, hasilnya tidak selalu berhasil dan biayanya sangat mahal, efektivitasnya menurun seiring waktu.
Karena itu sangat penting untuk benar-benar yakin bahwa Mums dan pasangan tidak berencana memiliki anak lagi sebelum memutuskan untuk melakukan vasektomi.
Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah, perhatikan masa pemulihan jangka pendek. Meskipun ringan, beberapa pria mungkin mengalami rasa tidak nyaman, bengkak, atau memar selama beberapa hari setelah melakukan prosedur vasektomi.
Kondisi ini biasanya akan cepat membaik, tetapi tetap perlu direncanakan terutama jika pekerjaan atau aktivitas fisiknya cukup berat.
Perlu diingat juga bahwa vasektomi tidak melindungi diri dari risiko infeksi menular seksual (IMS). Jadi penggunaan alat pelindung seperti kondom tetap diperlukan jika ingin terbebas dari risiko penularan IMS.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Vasektomi
Sebelum memilih untuk melakukan vasektomi, ada beberapa faktor yang perlu jadi bahan pertimbangan kedua pasangan. Selain mempelajari kelebihan dan kekurangan KB untuk pria selain vasektomi, menguatkan niat untuk melakukan vasektomi juga penting dilakukan. Sebab vasektomi adalah keputusan besar yang perlu pertimbangan matang.
Berikut ini beberap hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan vasektomi :
1. Keputusan pribadi
Sebagai keputusan pribadi, pahami bahwa vasektomi memiliki waktu yang tepat untuk dilakukan. Biasanya tergantung pada tujuan, usia, dan gaya hidup. Pertimbangkan perubahan jangka panjang dalam hidup. Beberapa pria memilih vasektomi di usia 30-an atau 40-an saat keluarga dirasa sudah lengkap.
2. Konsultasi
Sebelum menjalani vasektomi, konsultasikan dengan dokter secara komprehensif. Agar mendapatkan pemahaman yang utuh dan dukungan dari professional.
3. Efeknya tidak langsung
Untuk merasakan manfaat vasektomi dibutuhkan waktu sekitar 2-4 bulan hingga air mani benar-benar bebas dari sperma. Selama rentang waktu tersebut, gunakan kontrasepsi lain atau menunda hubungan seksual sampai hasil analisis air mani pasca vasektomi dinyatakan bebas sperma.
4. Jenis vasektomi
Ada dua jenis vasektomi yang tersedia. Yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau atau No-Scalpel Vasectomy. Keduanya akan dilakukan oleh dokter spesialis urologi yang memang memiliki keahlian khusus untuk prosedur vasektomi ini.
Efek samping vasektomi
Efek samping vasektomi biasanya ringan dan sementara, termasuk nyeri, pembengkakan, dan memar, yang biasanya hilang dalam waktu seminggu. Masalah umum yang umumnya tidak berbahaya meliputi benjolan granuloma sperma kecil. Komplikasi yang jarang terjadi meliputi infeksi, pendarahan hebat (hematoma), atau nyeri kronis jangka panjang, yang dikenal sebagai Sindrom Nyeri Pasca Vasektomi (PVPS).
Berikut ini beberapa efek samping vasektomi:
Efek Samping Langsung yang Umum (Beberapa Hari Pertama)
Nyeri dan tidak nyaman namun biasanya hanya yyeri ringan, pegal, atau sensasi tertarik di skrotum dan ini adalah normal.
Pembengkakan dan memar pada skrotum umum terjadi dan akan mereda.
Granuloma sperma, berupa benjolan kecil, terkadang terasa nyeri, mungkin terbentuk di tempat tuba dipotong; ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.
Darah dalam air mani. Ini hanya sementara dan akan hilang bertahap.
Komplikasi (Jarang)
Infeksi di lokasi sayatan (kemungkinannya hanya 0,2–1,5%), yang mungkin memerlukan antibiotik.
Hematoma, yaitu perdarahan di dalam skrotum dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri, terjadi pada 1–10% kasus.
Sindrom Nyeri Pasca-Vasektomi (PVPS), yaitu nyeri kronis jangka panjang (berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun) terjadi pada sekitar 1–3% pria.
Epididimitis kongestif yaitu peradangan akibat penumpukan sperma, yang mengakibatkan nyeri jangka panjang.
Penyambungan kembali saluran (Rekanalisasi). Ini sangat jarang, saluran dapat terhubung kembali, yang menyebabkan kegagalan prosedur.
Dampak jangka panjang
Tidak memengaruhi aktivitas seksual. Vasektomi yang dilakukan dengan baik tidak memengaruhi libido, fungsi ereksi, atau kenikmatan seksual.
Tidak meningkatkan risiko kanker: Studi menunjukkan tidak ada bukti bahwa vasektomi meningkatkan risiko kanker prostat atau testis.
Berapa biaya vasektomi?
Biaya vasektomi di Indonesia bervariasi, berkisar antara Rp11 juta hingga Rp15 juta, tergantung fasilitas kesehatan dan jenis layanan. Di rumah sakit swasta, biayanya mungkin lebih mahal. Sedangkan melalui program KB pemerintah seringkali lebih murah atau gratis. Prosedur ini juga ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan
Jadi sebagai kesimpulan, vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif dan aman. Namun karena sifatnya permanen, pastikan Mums dan Dads benar-benar tidak ingin memiliki anak lagi sebelum menjalani prosedur vasektomi ini.
Referensi
NCBI. 2025. Vasectomy.


