Keluhan Umum Ibu Hamil Trimester 2 dan Cara Mengatasinya

Dipublish: Sabtu, 28 Februari 2026 11:55 WIB

Diperbarui: Kamis, 12 Maret 2026 19:25 WIB

Ibu hamil
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Walaupun kehamilan trimester 2 tidak se-drama kehamilan trimester 1, namun bukan berarti di masa kehamilan ini, berlalu bebas keluhan. Banyak keluhan umum ibu hamil trimester 2 yang dirasakan, mulai dari kesemutan, sembelit, hingga diare.


Penting untuk mengenali keluhan ibu hamil trimester 2 agar lebih peka terhadap respons tubuh. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah tahu cara mengatasinya sesuai dengan anjuran medis. Mums perlu ingat bahwa mengatasi keluhan yang dirasakan selama kehamilan tidak boleh sembarangan.


Keluhan umum ibu hamil trimester 2 dan cara mengatasinya 


Memang banyak Mums yang hamil trimester kedua mulai merasa lebih nyaman dibanding trimester pertama, namun sejumlah keluhan masih dirasakan bahkan mulai muncul di usia kehamilan sekitar 13-27 minggu ini.


Wajar bila banyak keluhan yang dirasakan sebab, menurut penelitian Pubmed (2025) di fase ini banyak faktor yang membuat berbagai keluhan dirasakan oleh ibu hamil. Di antaranya volume darah meningkat hingga 40-50%, rahim yang makin membesar seiring bertambahnya usia kandungan, dan tingginya kadar hormon progesteron. 


Berikut ini sejumlah keluhan umum ibu hamil trimester 2 yang paling sering terjadi, lengkap dengan cara mengatasinya: 


1. Kesemutan dan kebas 

Umumnya terjadi pada tangan dan kaki maupun jari sering kali muncul. Hal ini terjadi karena rentensi cairan yang menekan saraf. Juga perubahan sirkulasi darah dalam tubuh. Ada pula yang dipicu oleh sindrom carpal tunnel pada kehamilan. 


Studi obstetri pada Springer Nature Link (2024) menyebutkan bahwa keluhan ibu hamil tersebut menunjukkan adanya pembengkakan jaringan akibat hormon yang mempersempit ruang saraf, memicu sensasi kesemutan atau mati rasa. 


Atasi dengan cara: 

  • Hindari posisi tidur menekan tangan.

  • Gunakan bantal tambahan untuk menopang lengan.

  • Lakukan peregangan ringan di pergelangan tangan.

  • Kurangi aktivitas repetitif, misalnya mengetik lama.  

  • Posisi tidur miring ke kiri membantu sirkulasi darah lebih optimal.


2. Sembelit 

Keluhan paling klasik selama kehamilan ini disebabkan karena progesterone yang lebih tinggi bikin otot usus jadi lebih rileks sehingga pergerakan makanan melambat. 


Selain itu, konsumsi suplemen zat besi yang dikonsumsi selama kehamilan dan rahim yang makin membesar, dehidrasi yang sering dialami juga bisa memicu konstipasi pada bumil karena sistem pencernaan yang melambat. 


Solusinya: 

  • Perbanyak asupan serat dari buah, sayuran, dan oatmeal. 

  • Kecukupan cairan setiap hari, minum air minimal 2-3 liter per hari. 

  • Lakukan aktivitas ringan seperti jalan kaki.

  • Jangan menahan BAB.


3. Diare

Di sisi lain, ada pula ibu hamil yang justru mengalami diare karena sensitivitas terhadap makanan tertentu, perubahan hormon, perubahan pola makan, juga infeksi ringan yang terjadi. Kabar baikya, diare ringan biasanya tidak berbahaya. 


Cara mengatasi diare saat hamil: 

  • Minum cairan elektrolit seperti oralit.

  • Hindari makanan pedas atau berlemak 

  • Pilih makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi, sup

  • Konsultasi jika diare lebih dari 48 jam, disertai demam, juga dehidrasi

Baca artikel cara mengatasi diare saat hamil agar Mums dapat melihat informasinya secara lengkap.


4. Jantung berdebar 

Keluhan ini terkait dengan meningkatnya volume darah selama kehamilan, kerja jantung lebih keras, juga detak jantung yang bisa naik 10-20 bpm dari kondisi normal.  Kondisi ini sebenarnya sebagai bentuk respons alami atau adaptasi tubuh untuk memasok oksigen ke janin. 


Solusi mengatasi jantung berdebar saat hamil: 

  • Hindari kafein berlebihan 

  • Istirahat cukup 

  • Latihan pernapasan 

  • Minum air cukup 

  • Segera ke dokter jika disertai nyeri dada, pusing berat, dan sesak napas


5. Nyeri punggung

Kondisi ini sering dikeluhkan ibu hamil karena perubahan postur dan berat badan bertambah sehingga tulang belakang terbebani. 


Selain itu adanya hormon relaksin yang membuat sendiri dan ligament jadi lebih longgar. Sehingga otot punggung bekerja lebih keras menopang tubuh. 


Cara mengatasinya: 

  • Jaga postur tubuh yang benar saat duduk dan berdiri tegak

  • Gunakan alas kaki datar dan nyaman 

  • Tidur miring dengan bantal di antara kedua kaki 

  • Kompres hangat pada punggung saat nyeri menyerang 

  • Lakukan senam hamil,  hindari mengangkat beban berat


6. Kram kaki 

Biasanya terjadi pada malam hari akibat perubahan sirkulasi. Kekurangan kalsium atau magnesium juga bisa memicu kram kaki pada ibu hamil. Aliran darah yang kurang lancar ke kaki juga kelelahan jadi faktor pemicunya lainnya. 


Cara mengatasinya: 

  • Lakukan peregangan kaki sebelum tidur 

  • Pijat ringan saat kram terjadi 

  • Konsumsi makanan tinggi kalsium dan magnesium, seperrti sayuran hijau, susu, kacang-kacangan 

  • Minum air putih yang cukup setiap harinya 

  • Saat kram, luruskan kaki dan tarik hari kaki ke arah tubuh


7. Asam lambung 

Meningkatnya hormon progesterone melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan sehingga asam lambung mudah naik. Begitu juga dengan rahim yang membesar menekan lambung terutama setelah makan. 


Cara mengatasinya: 

  • Makan dengan porsi kecil tapi sering 

  • Hindari makanan pedas, asam, berlemak, coklat, kopi, teh, gorengan. 

  • Kunyah makanan perlahan 

  • Tunggu 2-3 jam setelah makan jika akan berbaring


8. Stretch mark 

Kulit meregang seiring pertumbuhan janin, terjadi dengan cepat akibat pertumbuhan perut, payudara, dan paha. Perubahan hormon, juga faktor genetik, dan kulit kering, jadi penyebab stretch mark saat hamil. 


Atasi dengan cara: 

  • Oleskan lotion atau minyak alami seperti olive oil, minyak kelapa, cocoa butter secara rutin 

  • Jaga kelembapan kulit sejak awal kehamilan 

  • Minum air putih yang cukup setiap harinya 

  • Konsumsi makanan kaya vitamin C dan vitamin E, kedua vitamin ini merupakan vitamin yang dibutuhkan ibu hamil

  • Hindari kenaikan berat badan terlalu cepat 


Mums, itulah keluhan umum ibu hamil trimester 2 yang sering terjadi. Pastikan sebisa mungkin dicegah dan diatasi dengan tepat. Jika keluhan berlanjut, semakin berat, atau disertai dengan keluhan lainnya, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Bagi Mums yang ingin mengetahui informasi lengkap seputar panduan kehamilan trimester 2, Mums juga bisa membaca artikelnya di Teman Bumil dan Parenting.


Referensi : 

  1. Pubmed. 2025. Impact of Depressive Symptoms during the Second Trimester of Pregnancy on Maternal and Fetal Heart Rate Variability. 

  2. Springer Nature Links. 2024. Global prevalence of constipation during pregnancy: a systematic review and meta-analysis. 

Kasih Saran, Yuk!