Manfaat dan Jenis Olahraga untuk Anak remaja

Dipublish: Jumat, 3 April 2026 17:31 WIB

Diperbarui: Selasa, 7 April 2026 17:17 WIB

Seorang anak remaja bermain basket
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Selain menerapkan pola makan yang sehat, olahraga kini jadi bagian dari lifestyle. Kebiasaan baik seperti berolahraga rutin mesti dilakukan di semua usia, termasuk remaja. Remaja usia 5-17 tahun dianjurkan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit (1 jam) setiap hari. Aktivitas ini sebaiknya mencakup aerobik, penguatan otot, dan tulang setidaknya 3 hari seminggu untuk kesehatan optimal


Bagi remaja, olahraga bukan sekadar bagian dari kurikulum sekolah maupun kegiatan di luar sekolah, melainkan juga jadi ajang menyalurkan hobi melalui olahraga yang disukai. Namun, tidak semua jenis olahraga cocok dengan semua remaja. Ada yang cocok dengan olahraga tim, ada juga yang senang berolahraga sendiri.


Artikel ini akan menjelaskan manfaat dan jenis-jenis olahraga yang cocok untuk remaja, sehingga Mums dapat memandu anak dalam memilih olahraga yang sesuai dengan minat mereka. 


Manfaat olahraga untuk remaja 


Sebagai bagian dari gaya hidup sehat, olahraga sangat penting dilakukan oleh remaja. Hal ini merujuk pada sebuah penelitian MDPI (2025) yang menyebutkan bahwa aktivitas fisik atau olahraga pada remaja tidak hanya baik untuk kesehatan fisiknya saja, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan akademiknya, perhatian, dan fungsi kognitif remaja itu sendiri.


Berikut ini berbagai manfaat olahraga untuk remaja yang perlu diketahui : 


1. Mengajarkan disiplin 

Dalam olahraga ada aturan main, ada durasi atau waktu yang digunakan, ada lawan tanding untuk olahraga permainan maupun ketika berkompetisi. Termasuk ada pemanasan yang harus dilakukan sebelum melakukan olahraga ini. 


Nah, semua ini mesti dipatuhi agar olahraga yang dilakukan berjalan lancar tanpa ada risiko apalagi cedera. Di sinilah anak dilatih untuk patuh dan disiplin pada aturan main, pada durasi yang sudah ditentukan, pada kewajiban melakukan pemanasan atau peregangan. Tujuannya, untuk mendapatkan manfaat olahraga sebesar-besarnya. 


2. Kerja sama tim 

Dalam olahraga permainan seperti sepabola, futsal, dan lainnya yang ada dalam satu tim, hal ini mengajarkan anak tentang pentingnya kerja sama, koordinasi, saling support satu sama lain. Dalam olahraga permainan atau kelompok, skill pribadi saja tidaklah cukup, mesti didukung oleh teman dalam satu tim. Di sinilah anak dituntut untuk kerja sama, saling support, pengertian satu sama lain. 


3. Keterampilan sosial 

Skill individu memang penting, namun dalam olahraga hal ini tidaklah cukup. Dibutuhkan keterampilan sosial lain seperti koordinasi, adaptasi untuk menyesuaikan diri dengan latihan atau pertandingan, mengambil keputusan cepat dan tepat di saat genting, berbagi bola dengan teman, belajar sportif. Menerima kekalahan, tidak jumawa saat menang. Semua itu adalah keterampilan sosial yang dibutuhkan remaja ketika dia berada di masyarakat atau kehidupan sosialnya. 


4. Mengurangi stres 

Bagi remaja, olahraga adalah cara untuk relaksasi, mengurangi gejala kecemasan, dan depresi melalui berbagai jenis olahraga yang diminati. Saat bermain di luar ruangan atau di lapangan, mood remaja akan berubah jadi lebih baik, gembira, bertemu teman, mencetak gol, memenangkan pertandingan. Semua ini adalah cara efektif mengatasi stres yang sering terjadi pada anak remaja. 


5. Saluran hobi

Sebagian besar remaja punya hobi olahraga tertentu. Baginya olahraga adalah sarana menyalurkan hobi yang bisa dilakukan di sela-sela kesibukan belajar dan bermain. Dengan olahraga, remaja merasa dapat wadah yang tepat menyalurkan hobinya dengan maksimal. 

 

Rekomendasi olahraga untuk remaja 

Setiap remaja punya kecenderungan pada satu atau lebih jenis olahraga yang menjadi favoritnya. Atau ia punya kemampuan lebih pada jenis olahraga tertentu. Biasanya di sekolah ada ekstrakurikuler beberapa olahraga permainan seperti sepak bola, futsal, bola voli, badminton, dan lainnya. 


Berikut ini beberapa rekomendasi jenis olahraga untuk remaja yang layak dicoba :


1. Sepakbola atau futsal 

Dua jenis olahraga kegemaran sejuta umat ini, banyak diminati remaja karena bisa dimainkan dalam tim. Kerjasama, adu teknik, dan kekompakan tim jadi salah satu alasan mengapa sepakbola atau futsal cocok dan digandrungi banyak remaja. 


2. Panjat tebing 

Olahraga tidak melulu soal permainan tim. Jenis olahraga yang mengandalkan kemampuan sendiri, seperti panjat tebing, juga cocok untuk remaja. Dalam panjat tebing kekuatan tangan, lengan, bahu, punggung, perut, kaki, dan telapak kaki, dilatih sekaligus. Sangat cocok untuk remaja agar memiliki kekuatan yang prima di alat gerak tubuh tersebut. 


3. Mendaki atau bersepeda 

 Mendaki dan bersepeda di jalur setapak adalah cara yang bagus untuk belajar tentang alam sambil tetap meningkatkan detak jantung. Kedua jenis olahraga untuk remaja ini sangat layak dicoba karena selain menyehatkan juga menantang adrenalin dan melatih keberanian anak. 


4. Olahraga air 

Berenang, ski, selancar, dan olahraga air lainnya sangat cocok untuk remaja karena cukup menantang dan membantu meningkatkan keterampilan juga energi. 


5. Lari 

Olahraga yang kian populer dan digandrungi banyak orang ini, cocok ditekuni oleh remaja. Manfaatnya selain melatih otot-otot tubuh juga penting untuk kesehatan kardiovaskular. Sesekali berhenti untuk melakukan sit-up dan puch-up. Latihan sederhana ini dapat melatih dan mengencangkan otot inti dalam tubuh. 


6. Angkat beban ringan

Remaja boleh melakukan olahraga angkat beban asalkan menggunakan beban ringan, teknik benar, dan pengawasan ahli untuk menghindari cedera lempeng pertumbuhan. Latihan beban ringan ini aman, dapat meningkatkan kekuatan, kepadatan tulang, dan tidak menghambat tinggi badan jika dilakukan setelah masa pubertas


7. Yoga dan pilates

Yoga dan pilates dapat dilakukan oleh kelompok usia remaja selama dilakukan bawah bimbingan atau supervisi instruktur atau pelatih bersertifikat dan berpengalaman. Faktanya pilates dapat membantu mengembangkan fleksibilitas, meningkatkan keseimbangan, dan meningkatkan kekuatan serta daya tahan tubuh secara keseluruhan.


Kesimpulan

Mums, olahraga untuk remaja bukan hanya soal aktivitas fisik, latihan beban, atau menguatkan otot tubuh, melainkan sebagai kunci menanamkan pola hidup sehat sejak dini. Selain mendapatkan manfaat untuk tumbuh kembangnya secara umum, remaja juga akan merasakan dampak positifnya dari aspek kognitif, psikologis, maupun emosional. 


Karena itu sudah seharusnya orang tua mendukung dan memberi contoh nyata tentang kebiasaan berolahraga pada remaja. Iringi dengan mengajarkan cara membersihkan diri ke remaja agar tubuhnya tetap bersih dan terhindar dari risiko penyakit.

Tanamkan kebiasaan baik ini sejak dini, jangan tunggu dewasa, jangan tunggu tua, dan lakukan sekarang juga. Hal ini perlu dilakukan agar manfaat olahraga untuk remaja bisa dirasakan segera. 


Referensi

MDPI.2025. The Effects of Physical Exercise on Adolescents’ School Adjustment and Path Analysis—Evidence from the China Education Panel Survey

Kasih Saran, Yuk!