Setelah ASI eksklusif, bayi masuk fase MPASI yang memungkinkannya untuk mendapatkan berbagai variasi makanan untuk menunjang tumbuh kembangnya. Namun tidak semua makanan aman dikonsumsi oleh bayi terutama sebelum genap usia 1 tahun.
Alasannya jelas, karena sistem pencernaan serta kemampuan oral bayi masih belum matang sepenuhnya. Sehingga beberapa makanan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi si Kecil.
Seperti yang ditegaskan dalam penelitian dan pedoman terbaru oleh CDC bahwa madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 12 bulan. Karena madu bisa mengandung spora Clostridium botulinum, yang dapat berkembang di usus bayi dan menyebabkan botulisme infantilis, yaitu kondisi keracunan serius yang dapat mengancam nyawa. Larangan ini diulang dalam rekomendasi nutrisi terbaru dari CDC dan badan kesehatan lainnya.
12 Makanan yang tidak boleh biberikan pada bayi sebelum usia 1 tahun
Mums, tumbuh kembang yang sehat, aman, dan optimal berawal dari makanan yang tepat. Karena itu Mums wajib memahami makanan apa saja yang boleh diberikan dan yang tidak boleh diberikan pada bayi sebelum usia 1 tahun.
Berikut ini daftar makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi sebelum usia 1 tahun berdasarkan rekomendasi para ahli dan pedoman kesehatan :
1. Gula Rafinasi
Gula hanya menambah kalori tanpa nilai gizi, meningkatkan risiko kerusakan gigi sejak dini. Paparan gula sejak bayi dapat membentuk preferensi terhadap rasa manis dan meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2 di kemudian hari. Hindari minuman manis, biskuit manis, maupun makanan dengan gula tambahan untuk si Kecil.
2. Madu
Madu berisiko mengandung spora Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi, kondisi serius yang memengaruhi sistem saraf. Selain itu, kandungan gula dalam madu juga cukup tinggi sehingga tidak cocok untuk bayi.
3. Garam
Ginjal bayi belum mampu memproses natrium dalam jumlah besar. Kebutuhan natrium bayi sebenarnya sudah tercukupi dari ASI atau susu formula. Menambahkan garam ke makanan bayi dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Hindari makanan olahan tinggi natrium seperti sosis, bacon, keripik, serta kaldu instan dan saus kemasan.
4. Susu sapi murni
Susu sapi murni tidak dianjurkan untuk bayi sebab kandungan protein dan mineralnya terlalu tinggi sehingga dapat membebani ginjal bayi serta meningkatkan risiko anemia defisiensi besi dan iritasi saluran cerna.
5. Makanan dan minuman tidak dipasteurisasi
Susu mentah, yogurt mentah, dan jus yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli yang menyebabkan infeksi serius pada bayi, termasuk meningitis dan sepsis. Sistem kekebalan bayi belum cukup kuat untuk melawan bakteri tersebut.
6. Jus buah
American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan pemberian jus buah pada bayi di bawah satu tahun. Jus buah tidak memberikan manfaat gizi yang signifikan, tetapi menambah asupan gula yang berisiko merusak gigi dan memengaruhi pola makan bayi. Buah utuh yang dihaluskan jauh lebih dianjurkan.
7. Daging asap dan daging olahan
Daging asap dan daging olahan seperti sosis, nugget, mengandung natrium, lemak, dan nitrat tinggi. Selain itu, daging asap berisiko tidak matang sempurna sehingga masih mengandung bakteri berbahaya. Jenis makanan ini sulit dicerna oleh bayi dan sebaiknya dihindari.
8. Ikan tinggi merkuri
Ikan memang kaya nutrisi, tetapi beberapa jenis ikan seperti hiu, tuna mata besar, king mackerel, dan tilefish mengandung merkuri tinggi. Merkuri dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Ikan rendah merkuri seperti salmon atau tuna light yang dimasak secara matang merupakan contoh ikan yang baik untuk MPASI.
9. Telur mentah atau setengah matang
Telur mentah atau setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi ini dapat menyebabkan keracunan makanan serius pada bayi. Telur boleh diberikan setelah matang sempurna dan diperkenalkan secara bertahap untuk memantau kemungkinan alergi.
10. Kacang utuh
Kacang utuh berisiko menyebabkan tersedak. Namun, kacang tetap bisa diberikan dalam bentuk halus, bubuk, atau selai tipis yang dicampur ke makanan bayi.
11. Buah dan sayur mentah keras
Wortel mentah, anggur utuh, jagung, dan seledri dapat menyebabkan tersedak. Makanan ini sebaiknya dimasak hingga lunak atau dipotong sangat kecil.
12. Makanan lengket
Marshmallow, permen keras, popcorn, dan makanan kenyal lainnya mudah menempel di mulut dan meningkatkan risiko tersedak. Jenis makanan ini sebaiknya dihindari hingga anak lebih besar.
Mums, itula makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi sebelum usia 1 tahun. Meskipun bayi mulai dikenalkan dengan makanan padat sejak usia enam bulan, tidak semua makanan aman dikonsumsi sebelum ulang tahun pertamanya.
Pilihlah makanan alami, matang sempurna, rendah gula dan garam, serta sesuai tahap perkembangan bayi. Perhatikan tips memberikan MPASI untuk bayi, dan konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi optimal tanpa risiko kesehatan.
Referensi :


